Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

char_trait_poster                      cartoon-personalities-tags

 

 

 

 

 

 

1. Pengertian Paradigma

Beberapa pengertian paradigma:

  1. Paradigma adalah hubungan teori-teori yang membentuk susunan yang mengukur teori itu berhubungan satu dengan yang lain sehingga menimbulkan hal-hal yang perlu diselidiki (Depkes RI, 1989)
  2. Paradigma adalah pola pikir dalam memahami dan menjelaskan aspek tertentu dari setiap kenyataan (Fegurson)
  3. Paradigma sebagai model, pola atau pandangan dunia yang dilandasi pada dua karakteristik yaitupenampilan dari kelompok yang menunjukkan keberadaannyaterhadap sesuatu yang diyakini dan terbuka untuk penyelesaian msalah dalam kelompoknya (Thomas Kuhn, 1979).

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa paradigma adalah suatu cara pandang yang mendasar atau cara kita melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi, dan memilih tindakan terhadap berbagai fenomena yang ada (Kusnanto, 2003: 55)

2. Pengertian Psikologi

Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa atau mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa atau mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.

  1. Menurut Crow & Crow Psychology is the study of human behavior and human relationship (Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya.
  2. Menurut Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism with especial attention given to human behavior (Psikologi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia).
  3. Menurut Bruno (1987) pengertian psikologi dibagi dalam 3 bagian, yaitu pertama psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidupan mental”. Ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.
  4. Menurut Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan.
  5. Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejala – gejala dan kegiatan – kegiatan jiwa.
  6. Menurut Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.

Dari beberapa pengertian psikologi diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Meliputi tingkah laku, proses mental, serta bagaimana perilaku dan proses mental tersebut dipengaruhi dan mempengaruhi individu atau kelompok. Pengaruh tersebut bisa berupa kesehatan fisik, jiwa, dan lingkungan luar individu. Psikologi bertujuan untuk menjelaskan, mendeskripsikan (meramalkan), dan mencoba memahami atau merubah perilaku seseorang.

3. Pengertian Kepribadian

Pengertian kepribadian adalah “Bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu lain” atau “Suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas sehingga ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya” (Allport, 1951).

  1. Menurut Agus Sujanto dkk (2004), menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.
  2. Menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendirian, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.
  3. Menurut Krech dan Crutchfield (1969) dalam bukunya yang berjudul Elements of Psychology merumuskan kepribadian adalah sebagai berikut; “personality is the integration of all of an individual’s characteristics into a unique organ ization that determines, and is modified by his attemps at adaption to his continually changing environment” (Kepribadian adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke dalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan, dan yang dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus).
  4. Allport (1951) juga mendefinisikan personality sebagai susunan sistem-sistem psikofisik yang dinamis dalam diri individu, yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkungan. Sistem psikofisik yang dimaksud Allport meliputi kebiasaan, sikap, nilai, keyakinan, keadaan emosional, perasaan dan motif yang bersifat psikologis tetapi mempunyai dasar fisik dalam kelenjar, saraf, dan keadaan fisik anak secara umum.

Ada pengertian populer yang menyebutkan kepribadian adalah “Kualitas seseorang yang menyebabkan ia disenangi atau tidak disenangi oleh orang lain”

4. Pengertian Trait

Trait (sifat) yaitu respon yang senada (sama) terhadap kelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang (relatif) lama. Sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing perilaku adaptif dan dan ekspresi secara sama (Allport, 1951).

5. Paradigma Psikologi Kepribadian Trait 

Teori Trait merupakan teori yang didasarkan pada asumsi:

  • Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan atau tindakan yang membedakan seseorang dengan orang lain, sehingga:
  1. Trait ralatif stabil dari waktu ke waktu
  2. Trait konsisten dari situasi ke situasi

contoh kasus:

A adalah mahasiswa Keperawatan Universitas Padjadjaran. A adalah anak yang rajin, pintar, dan banyak disukai oleh teman-temannya. A mempunyai dua sahabat yang selalau bermain bersamanya, ke dua sahabat A ini sering sekali mengabaikan tugas, sangat boros, dan tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Suatu hari A yang sedang duduk di gazebo dihampiri oleh kedua sahabatnya, ketika itu waktu kuliah sudah selesai pada siang hari dan tidak ada kegiatan apapun sesudahnya. A sedang mengerjakan tugas Personality Development membuat blog, kedua sahabat A mengajak A menonton film Mockingjay part 1 di Jatos. Kebetulan sekali A sangat ingin menonton film tersebut, tetapi dengan pendirian yang kuat A menolak ajakan sahabatnya itu. Kedua sahabat A malah menyanggupi untuk membayari nonton dan makan siang. Tetapi A tetap menolaknya, A beralasan dia ingin menyelesaikan tugas membuat blognya daripada membuang waktu menonton. Sahabat A terus menerus membujuk, mereka berkata tugas itu masih seminggu lagi dan masih lama. Pendirian A kuat sekali, ia tetap menolak dan memilih untuk mengerjakan tugas Personality Development. Akhirnya kedua sahabat A pun pergi ke Jatos dan menginggalkan A di gazebo.

  • Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:
  1. ada proses adaptif
  2. adanya perbedaan kekuatan, dan
  3. kombinasi dari trait yang ada

contoh kasus:

Dira adalah salah seorang mahasiswa Fakultas Keperawatan di salah satu Universitas negeri. Dira lolos seleksi SBMPTN, Dira menempatkan Fakultas Keperawatan diurutan kedua setelah Fakultas Farmasi. Awalnya Dira belum memiliki niat untuk kuliah di Fakultas Keperawatan, ia disarankan oleh guru lesnya serta orang tuanya untuk memilih Fakultas Keperawatan. Selama proses pembelajaran Dira jarang memperhatikan dosen yang sedang mengajar serta malas untuk mengerjakan tugas-tugas yang ada. Hal itu disebabkan karena Dira masih ingin kuliah di jurusan farmasi dan merasa bahwa keperawatan bukanlah passion nya. Selama kurang lebih 3 bulan Dira kuliah di Fakultas Keperawatan, Dira mengalami proses adaptasi. Banyak sekali motivasi serta masukan dari dosen, maupun teman-teman seangkatannya. Dosen-dosen keperawatan amat sangat memberikan semangat motivasi kepada mahasiswa/i untuk meyakinkan bahwa pilihan masuk ke Fakultas Keperawatan itu tidak salah. Seperti menjelaskan ruang lingkup kerja seorang perawat, bagaimana menjadi perawat yang profesional, serta kita juga belajar mengenai psikologi. Lama-lama hati Dira mulai terbuka untuk kuliah di Fakultas Keperawatan, ditambah lagi ada materi farmakologi yaitu materi mengenai obat. Dira semakin tertarik dan mulai mencoba menjalani kuliah dengan niat baik dan ikhlas. Teman-teman Dira juga memberi saran kepada Dira agar ia tidak mencoba SBMPTN lagi tahun depan karena masih banyak pelajar yang ingin seperti Dira. Akhirnya Dira pun berubah pikiran dan dia tidak akan pindah dari Fakultas Keperawatan.

Teori Trait dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck.

Tingkat trait kepribadian dasar berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama periode usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah usia 30 tahun (Feist, 2006).

6. Trait Models (The Big Five Factor)

big-five-personality-traits

Secara prinsip, ada lima faktor sifat utama yang menopang kepribadian seseorang, yaitu:

1. Sifat-sifat yang cenderung menimbulkan gangguan psikis (neuroticism) : orang yang memiliki karakteristik neurotis tinggi, cenderung mudah merasa panik (nervous), takut tersinggung, iri, benci, mudah marah, dan peka terhadap kritik

2. Hasrat untuk menjalin hubungan dengan dunia luar (extraversion) : ditandai dengan karakteristik penuh kehangatan (warmth), rasa ingin tahu (gregariusness), mampu mengungkapkan yang dirasakan dengan baik (asertiveness), penuh aktivitas, suka menunjukkan sikap yang menyenangkan (exitement seeking), dan cenderung memiliki emosi-emosi positif (positive emotions)

3. Keterbukaan terhadap pengalaman baru (opennes to experience) : suka mencoba hal-hal baru, ide-ide baru, mempunyai rasa dan daya imajinasi yang kuat untuk mengaktualisasikan diri dan mengembanngkan kapasitas intelektual, daya kreasi, dan bakat-bakat agar maksimal.

4. Kesadaran diri sendiri (conscientiousness) : berorientasi pada masa depan, melakukan suatu tugas dengan penuh kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, tidak suka menyepelekan suatu tugas demi hubungan baik dengan orang lain. Bahkan kalau bisa, tidak ada hubungan dengan orang lain pun tidak masalah. 

5. Sifat yang selalu optimis (agreeableness) : penuh rasa percaya dan menghargai orang lain, suka menunjukkan sikap menolong, mudah mempengaruhi hal-hal positif, ramah, jujur, tulus, rendah hati, dan mudah menyesuaikan diri dalam situasi dan lingkungan yang berubah-ubah.

7. Gangguan Sifat (Trait) Kepribadian

Gangguan – gangguan sifat kepribadian meliputi:

  1. Gangguan Kepribadian Pasif – Agresif

Dikelompokkan menjadi 3 yaitu tipe pasif-dependen, tipe pasif-agresif, dan tipe agresif. Tipe tersebut kadang terlihat pada orang yang sama. Sering ada gejala kecemasan neurotis, namun tetap saja akibat dari perkembangan yang kurang pada struktur kepribadiannya.

  • Tipe Pasif-Dependen

– tidak berdaya

– tidak tegas

– tergantung pada orang lain

– apabila dituntut untuk memikul tanggung jawab atau mengambil prakarsa, mereka segera cemas dan panik.

  • Tipe Pasif-Agresif

– sifat pasifnya sama dengan tipe pasif-dependen

– mencibir

– bersungut-sungut

– keras kepala

– tidak efisien

– membuang waktu atau berlengah-lengah

  • Tipe Agresif

– emosinya tidak stabil dan antisosial

– memperlihatkan kemarahannya

– bertingkah laku merusak sebagai respon terhadap frustasi-frustasi yang kecil sekalipun

  1. Gangguan Kepribadian Obsesif-Kompulsif

Memiliki kebutuhan yang tinggi akan kesempurnaan, tata tertib, dan kontro; dikuasai oleh sifat yang teratur. Orang-orang yang mengalami gangguan kepribadian  ini tidak mampu mengadakan hubungan antarpribadi yang bermakna karena mereka lebih memikirkan supaya pekerjaan mereka teratur dan tidak punya waktu untuk persahabatan.

  1. Gangguan Kepribadian yang Menghindar

Sangat peka dengan penolakan orang lain dan merasa terhina oleh penolakan itu. Mereka menginginkan afeksi, keakraban, dan penerimaan dari orang lain. Mereka selau merasa seolah-olah ditolak, maka mereka memiliki self-concept yang rendah, serta menderita kecemasan dan depresi. Dapat disimpulkan “Bila aku tidak akrab dengan orang lain, maka aku tidak dapat ditolak dan merasa sakit”.

  1. Gangguan Kepribadian Dependen

Membiarkan secara pasif orang-orang lain mengambil keputusan yang penting untuk mereka. Mudah bergaul, namun ketidakmampuan individu-individu ini untuk mengambil keputusan dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. Mereka mungkin merasa tidak senang atau merasa tidak berdaya bila berada sendirian. Gangguan ini lebih sering kelihatan pada wanita.

  1. Gangguan Kepribadian Histrionik

Secara keseluruhan individu ini rama, tetapi tingkah lakunya dirancang untuk menarik perhatian dan kepastian, dan ia dapat benar-benar menuntut perhatian, egosentrik, dependen, sombong, kurang menaruh perhatian, dan manipulatif bila hal-hal tidak berjalan sebagaimana mestinya.

  1. Gangguan Kepribadian Narsisistik

Orang yang merasa bahwa dirinya sangat penting dan ia dikuasai oleh fantasi-fantasi tentang keberhasilan, kekuasaan, kecerdasan, atau kecantikan. Karena ia berpikir bahwa ia adalah orang yang istimewa, maka ia menuntut perhatian dan kekaguman terus-menerus dari orang-orang yang ada di sekitarnya.

  1. Gangguan Kepribadian Sadistik

Orang yang memperlihatkan suatu pola yang tetap untuk bersikap kejam dan agresif dalam respon terhadap orang lain. Individu yang mengalami gangguan ini memperoleh kesenangan dalam menyakiti atau menghina orang lain atau senang di atas penderitaan orang lain.

  1. Gangguan Kepribadian yang Merusak Diri Sendiri

Individu yang mengalami gangguan ini mencari rasa sakit personal atau sosial, berusaha menghukum dirinya sendiri.

 

Daftar Pusaka

  • Darmawan, Indra. 2009. Kiat Jitu Taklukkan Psikotes. Yogyakarta: Pustaka Widyatama
  • Sunaryo. 2004. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
  • Dariyo, A. 2008. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: Grasindo.
  • Kusnanto. 2003. Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
  • Semiun, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 2. Yogyakarta: Kanisius

#paradigma psikologi kepribadian trait

Trait Models

Trait Models (The Big Five Factor)

Secara prinsip, ada lima faktor sifat utama yang menopang kepribadian seseorang, yaitu:

  1. Sifat-sifat yang cenderung menimbulkan gangguan psikis (neuroticism)
  2. Hasrat untuk menjalin hubungan dengan dunia luar (extraversion)
  3. Keterbukaan terhadap pengalaman baru (opennes to experience)
  4. Kesadaran diri sendiri (conscientiousness)
  5. Sifat yang selalu optimis (agreeableness)

 

  • Neuroticism : orang yang memiliki karakteristik neurotis tinggi, cenderung mudah merasa panik (nervous), takut, tersinggung, iri, benci, mudah marah, dan peka terhadap kritik.
  • Extraversion : ditandai dengan karakteristik penuh kehangatan (warmth), rasa ingin tahu (gregariusness), mampu mengungkapkn yang dirasakan dengan baik (asertiveness), penuh aktivitas, suka menunjukkan sikap yang menyenangkan (exitement seeking), dan cenderung memiliki emosi-emosi positif (positive emotions).
  • Opennes to Experiences : suka mencoba hal-hal baru, ide-ide baru, mempunyai rasa dan daya imajinasi yang kuat untuk mengaktualisasikan diri dan mengembanngkan kapasitas intelektual, daya kreasi, dan bakat-bakat agar maksimal.
  • Conscientiousness : berorientasi pada masa depan, melakukan suatu tugas dengan penuh kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, tidak suka menyepelekan suatu tugas demi hubungan baik dengan orang lain. Bahkan kalau bisa, tidak ada hubungan dengan orang lain pun tidak masalah.
  • Agreeableness : penuh rasa percaya dan menghargai orang lain, suka menunjukkan sikap menolong, mudah mempengaruhi hal-hal positif, ramah, jujur, tulus, rendah hati, dan mudah menyesuaikan diri dalam situasi dan lingkungan yang berubah-ubah.

#paradigma psikologi kepribadian trait

Who Trait Are You?

SIFAT KEPRIBADIAN SEPERTI APAKAH KAMU?

LET’S FIND OUT!

1. Pengertian Paradigma

Beberapa pengertian paradigma:

  1. Paradigma adalah hubungan teori-teori yang membentuk susunan yang mengukur teori itu berhubungan satu dengan yang lain sehingga menimbulkan hal-hal yang perlu diselidiki (Depkes RI, 1989)
  2. Paradigma adalah pola pikir dalam memahami dan menjelaskan aspek tertentu dari setiap kenyataan (Fegurson)
  3. Paradigma sebagai model, pola atau pandangan dunia yang dilandasi pada dua karakteristik yaitupenampilan dari kelompok yang menunjukkan keberadaannyaterhadap sesuatu yang diyakini dan terbuka untuk penyelesaian msalah dalam kelompoknya (Thomas Kuhn, 1979).

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa paradigma adalah suatu cara pandang yang mendasar atau cara kita melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi, dan memilih tindakan terhadap berbagai fenomena yang ada (Kusnanto, 2003: 55)

2. Pengertian Psikologi

Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa atau mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa atau mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.

  1. Menurut Crow & Crow Psychology is the study of human behavior and human relationship (Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya.
  2. Menurut Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism with especial attention given to human behavior (Psikologi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia).
  3. Menurut Bruno (1987) pengertian psikologi dibagi dalam 3 bagian, yaitu pertama psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidupan mental”. Ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.
  4. Menurut Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan.
  5. Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejala – gejala dan kegiatan – kegiatan jiwa.
  6. Menurut Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.

Dari beberapa pengertian psikologi diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Meliputi tingkah laku, proses mental, serta bagaimana perilaku dan proses mental tersebut dipengaruhi dan mempengaruhi individu atau kelompok. Pengaruh tersebut bisa berupa kesehatan fisik, jiwa, dan lingkungan luar individu. Psikologi bertujuan untuk menjelaskan, mendeskripsikan (meramalkan), dan mencoba memahami atau merubah perilaku seseorang.

3. Pengertian Kepribadian

Pengertian kepribadian adalah “Bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu lain” atau “Suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas sehingga ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya” (Allport, 1951).

  1. Menurut Agus Sujanto dkk (2004), menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.
  2. Menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendirian, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.
  3. Menurut Krech dan Crutchfield (1969) dalam bukunya yang berjudul Elements of Psychology merumuskan kepribadian adalah sebagai berikut; “personality is the integration of all of an individual’s characteristics into a unique organ ization that determines, and is modified by his attemps at adaption to his continually changing environment” (Kepribadian adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke dalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan, dan yang dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus).
  4. Menurut Yinger kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.
  5. Allport (1951) juga mendefinisikan personality sebagai susunan sistem-sistem psikofisik yang dinamis dalam diri individu, yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkungan. Sistem psikofisik yang dimaksud Allport meliputi kebiasaan, sikap, nilai, keyakinan, keadaan emosional, perasaan dan motif yang bersifat psikologis tetapi mempunyai dasar fisik dalam kelenjar, saraf, dan keadaan fisik anak secara umum.

Ada pengertian populer yang menyebutkan kepribadian adalah “Kualitas seseorang yang menyebabkan ia disenangi atau tidak disenangi oleh orang lain”

4. Pengertian Trait

Trait (sifat) yaitu respon yang senada (sama) terhadap kelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang (relatif) lama. Sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing perilaku adaptif dan dan ekspresi secara sama (Allport, 1951).

5. Paradigma Psikologi Kepribadian Trait 

Teori Trait merupakan teori yang didasarkan pada asumsi:

  • Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan atau tindakan yang membedakan seseorang dengan orang lain, sehingga:
  1. Trait ralatif stabil dari waktu ke waktu
  2. Trait konsisten dari situasi ke situasi

contoh kasus:

A adalah mahasiswa Keperawatan Universitas Padjadjaran. A adalah anak yang rajin, pintar, dan banyak disukai oleh teman-temannya. A mempunyai dua sahabat yang selalau bermain bersamanya, ke dua sahabat A ini sering sekali mengabaikan tugas, sangat boros, dan tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Suatu hari A yang sedang duduk di gazebo dihampiri oleh kedua sahabatnya, ketika itu waktu kuliah sudah selesai pada siang hari dan tidak ada kegiatan apapun sesudahnya. A sedang mengerjakan tugas Personality Development membuat blog, kedua sahabat A mengajak A menonton film Mockingjay part 1 di Jatos. Kebetulan sekali A sangat ingin menonton film tersebut, tetapi dengan pendirian yang kuat A menolak ajakan sahabatnya itu. Kedua sahabat A malah menyanggupi untuk membayari nonton dan makan siang. Tetapi A tetap menolaknya, A beralasan dia ingin menyelesaikan tugas membuat blognya daripada membuang waktu menonton. Sahabat A terus menerus membujuk, mereka berkata tugas itu masih seminggu lagi dan masih lama. Pendirian A kuat sekali, ia tetap menolak dan memilih untuk mengerjakan tugas Personality Development. Akhirnya kedua sahabat A pun pergi ke Jatos dan menginggalkan A di gazebo.

  • Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:
  1. ada proses adaptif
  2. adanya perbedaan kekuatan, dan
  3. kombinasi dari trait yang ada

contoh kasus:

Dira adalah salah seorang mahasiswa Fakultas Keperawatan di salah satu Universitas negeri. Dira lolos seleksi SBMPTN, Dira menempatkan Fakultas Keperawatan diurutan kedua setelah Fakultas Farmasi. Awalnya Dira belum memiliki niat untuk kuliah di Fakultas Keperawatan, ia disarankan oleh guru lesnya serta orang tuanya untuk memilih Fakultas Keperawatan. Selama proses pembelajaran Dira jarang memperhatikan dosen yang sedang mengajar serta malas untuk mengerjakan tugas-tugas yang ada. Hal itu disebabkan karena Dira masih ingin kuliah di jurusan farmasi dan merasa bahwa keperawatan bukanlah passion nya. Selama kurang lebih 3 bulan Dira kuliah di Fakultas Keperawatan, Dira mengalami proses adaptasi. Banyak sekali motivasi serta masukan dari dosen, maupun teman-teman seangkatannya. Dosen-dosen keperawatan amat sangat memberikan semangat motivasi kepada mahasiswa/i untuk meyakinkan bahwa pilihan masuk ke Fakultas Keperawatan itu tidak salah. Seperti menjelaskan ruang lingkup kerja seorang perawat, bagaimana menjadi perawat yang profesional, serta kita juga belajar mengenai psikologi. Lama-lama hati Dira mulai terbuka untuk kuliah di Fakultas Keperawatan, ditambah lagi ada materi farmakologi yaitu materi mengenai obat. Dira semakin tertarik dan mulai mencoba menjalani kuliah dengan niat baik dan ikhlas. Teman-teman Dira juga memberi saran kepada Dira agar ia tidak mencoba SBMPTN lagi tahun depan karena masih banyak pelajar yang ingin seperti Dira. Akhirnya Dira pun berubah pikiran dan dia tidak akan pindah dari Fakultas Keperawatan.

Teori Trait dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck.

Tingkat trait kepribadian dasar berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama periode usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah usia 30 tahun (Feist, 2006).

6. Trait Models (The Big Five Factor)

big-five-personality-traits

Secara prinsip, ada lima faktor sifat utama yang menopang kepribadian seseorang, yaitu:

1. Sifat-sifat yang cenderung menimbulkan gangguan psikis (neuroticism) : orang yang memiliki karakteristik neurotis tinggi, cenderung mudah merasa panik (nervous), takut tersinggung, iri, benci, mudah marah, dan peka terhadap kritik

2. Hasrat untuk menjalin hubungan dengan dunia luar (extraversion) : ditandai dengan karakteristik penuh kehangatan (warmth), rasa ingin tahu (gregariusness), mampu mengungkapkan yang dirasakan dengan baik (asertiveness), penuh aktivitas, suka menunjukkan sikap yang menyenangkan (exitement seeking), dan cenderung memiliki emosi-emosi positif (positive emotions)

3. Keterbukaan terhadap pengalaman baru (opennes to experience) : suka mencoba hal-hal baru, ide-ide baru, mempunyai rasa dan daya imajinasi yang kuat untuk mengaktualisasikan diri dan mengembanngkan kapasitas intelektual, daya kreasi, dan bakat-bakat agar maksimal.

4. Kesadaran diri sendiri (conscientiousness) : berorientasi pada masa depan, melakukan suatu tugas dengan penuh kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, tidak suka menyepelekan suatu tugas demi hubungan baik dengan orang lain. Bahkan kalau bisa, tidak ada hubungan dengan orang lain pun tidak masalah. 

5. Sifat yang selalu optimis (agreeableness) : penuh rasa percaya dan menghargai orang lain, suka menunjukkan sikap menolong, mudah mempengaruhi hal-hal positif, ramah, jujur, tulus, rendah hati, dan mudah menyesuaikan diri dalam situasi dan lingkungan yang berubah-ubah.

7. Gangguan Sifat (Trait) Kepribadian

Gangguan – gangguan sifat kepribadian meliputi:

  1. Gangguan Kepribadian Pasif – Agresif

Dikelompokkan menjadi 3 yaitu tipe pasif-dependen, tipe pasif-agresif, dan tipe agresif. Tipe tersebut kadang terlihat pada orang yang sama. Sering ada gejala kecemasan neurotis, namun tetap saja akibat dari perkembangan yang kurang pada struktur kepribadiannya.

  • Tipe Pasif-Dependen

– tidak berdaya

– tidak tegas

– tergantung pada orang lain

– apabila dituntut untuk memikul tanggung jawab atau mengambil prakarsa, mereka segera cemas dan panik.

  • Tipe Pasif-Agresif

– sifat pasifnya sama dengan tipe pasif-dependen

– mencibir

– bersungut-sungut

– keras kepala

– tidak efisien

– membuang waktu atau berlengah-lengah

  • Tipe Agresif

– emosinya tidak stabil dan antisosial

– memperlihatkan kemarahannya

– bertingkah laku merusak sebagai respon terhadap frustasi-frustasi yang kecil sekalipun

  1. Gangguan Kepribadian Obsesif-Kompulsif

Memiliki kebutuhan yang tinggi akan kesempurnaan, tata tertib, dan kontro; dikuasai oleh sifat yang teratur. Orang-orang yang mengalami gangguan kepribadian  ini tidak mampu mengadakan hubungan antarpribadi yang bermakna karena mereka lebih memikirkan supaya pekerjaan mereka teratur dan tidak punya waktu untuk persahabatan.

  1. Gangguan Kepribadian yang Menghindar

Sangat peka dengan penolakan orang lain dan merasa terhina oleh penolakan itu. Mereka menginginkan afeksi, keakraban, dan penerimaan dari orang lain. Mereka selau merasa seolah-olah ditolak, maka mereka memiliki self-concept yang rendah, serta menderita kecemasan dan depresi. Dapat disimpulkan “Bila aku tidak akrab dengan orang lain, maka aku tidak dapat ditolak dan merasa sakit”.

  1. Gangguan Kepribadian Dependen

Membiarkan secara pasif orang-orang lain mengambil keputusan yang penting untuk mereka. Mudah bergaul, namun ketidakmampuan individu-individu ini untuk mengambil keputusan dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. Mereka mungkin merasa tidak senang atau merasa tidak berdaya bila berada sendirian. Gangguan ini lebih sering kelihatan pada wanita.

  1. Gangguan Kepribadian Histrionik

Secara keseluruhan individu ini rama, tetapi tingkah lakunya dirancang untuk menarik perhatian dan kepastian, dan ia dapat benar-benar menuntut perhatian, egosentrik, dependen, sombong, kurang menaruh perhatian, dan manipulatif bila hal-hal tidak berjalan sebagaimana mestinya.

  1. Gangguan Kepribadian Narsisistik

Orang yang merasa bahwa dirinya sangat penting dan ia dikuasai oleh fantasi-fantasi tentang keberhasilan, kekuasaan, kecerdasan, atau kecantikan. Karena ia berpikir bahwa ia adalah orang yang istimewa, maka ia menuntut perhatian dan kekaguman terus-menerus dari orang-orang yang ada di sekitarnya.

  1. Gangguan Kepribadian Sadistik

Orang yang memperlihatkan suatu pola yang tetap untuk bersikap kejam dan agresif dalam respon terhadap orang lain. Individu yang mengalami gangguan ini memperoleh kesenangan dalam menyakiti atau menghina orang lain atau senang di atas penderitaan orang lain.

  1. Gangguan Kepribadian yang Merusak Diri Sendiri

Individu yang mengalami gangguan ini mencari rasa sakit personal atau sosial, berusaha menghukum dirinya sendiri.

SUDAH DIBACA KAN?

GIMANA? WHO TRAIT ARE YOU?

Daftar Pusaka

  • Darmawan, Indra. 2009. Kiat Jitu Taklukkan Psikotes. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
  • Sunaryo. 2004. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
  • Dariyo, A. 2008. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: Grasindo.
  • Kusnanto. 2003. Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
  • Semiun, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 2. Yogyakarta: Kanisius

#paradigma psikologi kepribadian trait

Paradigma

Denzin & Lincoln (1994:105) mendefinisikan paradigma sebagai: “Basic belief system or worldview that guides the investigator, not only in choices of method but in ontologically and epistomologically fundamental ways.” Pengertian tersebut mengandung makna paradigma adalah sistem keyakinan dasar atau cara memandang dunia yang membimbing peneliti tidak hanya dalam memilih metoda tetapi juga cara-cara fundamental yang bersifat ontologis dan epistomologis. Secara singkat, Denzin & Lincoln (1994:107) mendefinisikan “Paradigm as Basic Belief Systems Based on Ontological, Epistomological, and Methodological Assumptions.” Paradigma merupakan sistem keyakinan dasar berdasarkan asumsi ontologis, epistomologis, dan metodologi. Denzin & Lincoln (1994:107) menyatakan: “A paradigm may be viewed as a set of basic beliefs (or metaphysics) that deals with ultimates or first principle.” Suatu paradigma dapat dipandang sebagai seperangkat kepercayaan dasar (atau yang berada di balik fisik yaitu metafisik) yang bersifat pokok atau prinsip utama. Sedangkan Guba (1990:18) menyatakan suatu paradigma dapat dicirikan oleh respon terhadap tiga pertanyaan mendasar yaitu pertanyaan ontologi, epistomologi, dan metodologi.

 

 

 

 

 

#paradigma psikologi kepribadian trait

Paradigma Psikologi Kepribadian (Trait)

SIFAT KEPRIBADIAN SEPERTI APAKAH KAMU?

LET’S FIND OUT!

 

1. Pengertian Paradigma

Beberapa pengertian paradigma:

  1. Paradigma adalah hubungan teori-teori yang membentuk susunan yang mengukur teori itu berhubungan satu dengan yang lain sehingga menimbulkan hal-hal yang perlu diselidiki (Depkes RI, 1989)
  2. Paradigma adalah pola pikir dalam memahami dan menjelaskan aspek tertentu dari setiap kenyataan (Fegurson)
  3. Paradigma sebagai model, pola atau pandangan dunia yang dilandasi pada dua karakteristik yaitupenampilan dari kelompok yang menunjukkan keberadaannyaterhadap sesuatu yang diyakini dan terbuka untuk penyelesaian msalah dalam kelompoknya (Thomas Kuhn, 1979).

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa paradigma adalah suatu cara pandang yang mendasar atau cara kita melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi, dan memilih tindakan terhadap berbagai fenomena yang ada (Kusnanto, 2003: 55)

2. Pengertian Psikologi

Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa atau mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa atau mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.

  1. Menurut Crow & Crow Psychology is the study of human behavior and human relationship (Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya.
  2. Menurut Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism with especial attention given to human behavior (Psikologi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia).
  3. Menurut Bruno (1987) pengertian psikologi dibagi dalam 3 bagian, yaitu pertama psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidupan mental”. Ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.
  4. Menurut Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan.
  5. Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejala – gejala dan kegiatan – kegiatan jiwa.
  6. Menurut Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.

Dari beberapa pengertian psikologi diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Meliputi tingkah laku, proses mental, serta bagaimana perilaku dan proses mental tersebut dipengaruhi dan mempengaruhi individu atau kelompok. Pengaruh tersebut bisa berupa kesehatan fisik, jiwa, dan lingkungan luar individu. Psikologi bertujuan untuk menjelaskan, mendeskripsikan (meramalkan), dan mencoba memahami atau merubah perilaku seseorang.

3. Pengertian Kepribadian

Pengertian kepribadian adalah “Bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu lain” atau “Suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas sehingga ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya” (Allport, 1951).

  1. Menurut Agus Sujanto dkk (2004), menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.
  2. Menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendirian, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.
  3. Menurut Krech dan Crutchfield (1969) dalam bukunya yang berjudul Elements of Psychology merumuskan kepribadian adalah sebagai berikut; “personality is the integration of all of an individual’s characteristics into a unique organ ization that determines, and is modified by his attemps at adaption to his continually changing environment” (Kepribadian adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke dalam suatu kesatuan yang unik yang menentukan, dan yang dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus).
  4. Menurut Yinger kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.
  5. Allport (1951) juga mendefinisikan personality sebagai susunan sistem-sistem psikofisik yang dinamis dalam diri individu, yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkungan. Sistem psikofisik yang dimaksud Allport meliputi kebiasaan, sikap, nilai, keyakinan, keadaan emosional, perasaan dan motif yang bersifat psikologis tetapi mempunyai dasar fisik dalam kelenjar, saraf, dan keadaan fisik anak secara umum.

Ada pengertian populer yang menyebutkan kepribadian adalah “Kualitas seseorang yang menyebabkan ia disenangi atau tidak disenangi oleh orang lain”

4. Pengertian Trait

Trait (sifat) yaitu respon yang senada (sama) terhadap kelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang (relatif) lama. Sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing perilaku adaptif dan dan ekspresi secara sama (Allport, 1951).

5. Paradigma Psikologi Kepribadian Trait 

Teori Trait merupakan teori yang didasarkan pada asumsi:

  • Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan atau tindakan yang membedakan seseorang dengan orang lain, sehingga:
  1. Trait ralatif stabil dari waktu ke waktu
  2. Trait konsisten dari situasi ke situasi

contoh kasus:

A adalah mahasiswa Keperawatan Universitas Padjadjaran. A adalah anak yang rajin, pintar, dan banyak disukai oleh teman-temannya. A mempunyai dua sahabat yang selalau bermain bersamanya, ke dua sahabat A ini sering sekali mengabaikan tugas, sangat boros, dan tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Suatu hari A yang sedang duduk di gazebo dihampiri oleh kedua sahabatnya, ketika itu waktu kuliah sudah selesai pada siang hari dan tidak ada kegiatan apapun sesudahnya. A sedang mengerjakan tugas Personality Development membuat blog, kedua sahabat A mengajak A menonton film Mockingjay part 1 di Jatos. Kebetulan sekali A sangat ingin menonton film tersebut, tetapi dengan pendirian yang kuat A menolak ajakan sahabatnya itu. Kedua sahabat A malah menyanggupi untuk membayari nonton dan makan siang. Tetapi A tetap menolaknya, A beralasan dia ingin menyelesaikan tugas membuat blognya daripada membuang waktu menonton. Sahabat A terus menerus membujuk, mereka berkata tugas itu masih seminggu lagi dan masih lama. Pendirian A kuat sekali, ia tetap menolak dan memilih untuk mengerjakan tugas Personality Development. Akhirnya kedua sahabat A pun pergi ke Jatos dan menginggalkan A di gazebo.

  • Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:
  1. ada proses adaptif
  2. adanya perbedaan kekuatan, dan
  3. kombinasi dari trait yang ada

contoh kasus:

Dira adalah salah seorang mahasiswa Fakultas Keperawatan di salah satu Universitas negeri. Dira lolos seleksi SBMPTN, Dira menempatkan Fakultas Keperawatan diurutan kedua setelah Fakultas Farmasi. Awalnya Dira belum memiliki niat untuk kuliah di Fakultas Keperawatan, ia disarankan oleh guru lesnya serta orang tuanya untuk memilih Fakultas Keperawatan. Selama proses pembelajaran Dira jarang memperhatikan dosen yang sedang mengajar serta malas untuk mengerjakan tugas-tugas yang ada. Hal itu disebabkan karena Dira masih ingin kuliah di jurusan farmasi dan merasa bahwa keperawatan bukanlah passion nya. Selama kurang lebih 3 bulan Dira kuliah di Fakultas Keperawatan, Dira mengalami proses adaptasi. Banyak sekali motivasi serta masukan dari dosen, maupun teman-teman seangkatannya. Dosen-dosen keperawatan amat sangat memberikan semangat motivasi kepada mahasiswa/i untuk meyakinkan bahwa pilihan masuk ke Fakultas Keperawatan itu tidak salah. Seperti menjelaskan ruang lingkup kerja seorang perawat, bagaimana menjadi perawat yang profesional, serta kita juga belajar mengenai psikologi. Lama-lama hati Dira mulai terbuka untuk kuliah di Fakultas Keperawatan, ditambah lagi ada materi farmakologi yaitu materi mengenai obat. Dira semakin tertarik dan mulai mencoba menjalani kuliah dengan niat baik dan ikhlas. Teman-teman Dira juga memberi saran kepada Dira agar ia tidak mencoba SBMPTN lagi tahun depan karena masih banyak pelajar yang ingin seperti Dira. Akhirnya Dira pun berubah pikiran dan dia tidak akan pindah dari Fakultas Keperawatan.

Teori Trait dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck.

Tingkat trait kepribadian dasar berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama periode usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah usia 30 tahun (Feist, 2006).

6. Trait Models (The Big Five Factor)

big-five-personality-traits

Secara prinsip, ada lima faktor sifat utama yang menopang kepribadian seseorang, yaitu:

1. Sifat-sifat yang cenderung menimbulkan gangguan psikis (neuroticism) : orang yang memiliki karakteristik neurotis tinggi, cenderung mudah merasa panik (nervous), takut tersinggung, iri, benci, mudah marah, dan peka terhadap kritik

2. Hasrat untuk menjalin hubungan dengan dunia luar (extraversion) : ditandai dengan karakteristik penuh kehangatan (warmth), rasa ingin tahu (gregariusness), mampu mengungkapkan yang dirasakan dengan baik (asertiveness), penuh aktivitas, suka menunjukkan sikap yang menyenangkan (exitement seeking), dan cenderung memiliki emosi-emosi positif (positive emotions)

3. Keterbukaan terhadap pengalaman baru (opennes to experience) : suka mencoba hal-hal baru, ide-ide baru, mempunyai rasa dan daya imajinasi yang kuat untuk mengaktualisasikan diri dan mengembanngkan kapasitas intelektual, daya kreasi, dan bakat-bakat agar maksimal.

4. Kesadaran diri sendiri (conscientiousness) : berorientasi pada masa depan, melakukan suatu tugas dengan penuh kedisiplinan dan rasa tanggung jawab, tidak suka menyepelekan suatu tugas demi hubungan baik dengan orang lain. Bahkan kalau bisa, tidak ada hubungan dengan orang lain pun tidak masalah. 

5. Sifat yang selalu optimis (agreeableness) : penuh rasa percaya dan menghargai orang lain, suka menunjukkan sikap menolong, mudah mempengaruhi hal-hal positif, ramah, jujur, tulus, rendah hati, dan mudah menyesuaikan diri dalam situasi dan lingkungan yang berubah-ubah.

7. Gangguan Sifat (Trait) Kepribadian

Gangguan – gangguan sifat kepribadian meliputi:

  1. Gangguan Kepribadian Pasif – Agresif

Dikelompokkan menjadi 3 yaitu tipe pasif-dependen, tipe pasif-agresif, dan tipe agresif. Tipe tersebut kadang terlihat pada orang yang sama. Sering ada gejala kecemasan neurotis, namun tetap saja akibat dari perkembangan yang kurang pada struktur kepribadiannya.

  • Tipe Pasif-Dependen

– tidak berdaya

– tidak tegas

– tergantung pada orang lain

– apabila dituntut untuk memikul tanggung jawab atau mengambil prakarsa, mereka segera cemas dan panik.

  • Tipe Pasif-Agresif

– sifat pasifnya sama dengan tipe pasif-dependen

– mencibir

– bersungut-sungut

– keras kepala

– tidak efisien

– membuang waktu atau berlengah-lengah

  • Tipe Agresif

– emosinya tidak stabil dan antisosial

– memperlihatkan kemarahannya

– bertingkah laku merusak sebagai respon terhadap frustasi-frustasi yang kecil sekalipun

  1. Gangguan Kepribadian Obsesif-Kompulsif

Memiliki kebutuhan yang tinggi akan kesempurnaan, tata tertib, dan kontro; dikuasai oleh sifat yang teratur. Orang-orang yang mengalami gangguan kepribadian  ini tidak mampu mengadakan hubungan antarpribadi yang bermakna karena mereka lebih memikirkan supaya pekerjaan mereka teratur dan tidak punya waktu untuk persahabatan.

  1. Gangguan Kepribadian yang Menghindar

Sangat peka dengan penolakan orang lain dan merasa terhina oleh penolakan itu. Mereka menginginkan afeksi, keakraban, dan penerimaan dari orang lain. Mereka selau merasa seolah-olah ditolak, maka mereka memiliki self-concept yang rendah, serta menderita kecemasan dan depresi. Dapat disimpulkan “Bila aku tidak akrab dengan orang lain, maka aku tidak dapat ditolak dan merasa sakit”.

  1. Gangguan Kepribadian Dependen

Membiarkan secara pasif orang-orang lain mengambil keputusan yang penting untuk mereka. Mudah bergaul, namun ketidakmampuan individu-individu ini untuk mengambil keputusan dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. Mereka mungkin merasa tidak senang atau merasa tidak berdaya bila berada sendirian. Gangguan ini lebih sering kelihatan pada wanita.

  1. Gangguan Kepribadian Histrionik

Secara keseluruhan individu ini rama, tetapi tingkah lakunya dirancang untuk menarik perhatian dan kepastian, dan ia dapat benar-benar menuntut perhatian, egosentrik, dependen, sombong, kurang menaruh perhatian, dan manipulatif bila hal-hal tidak berjalan sebagaimana mestinya.

  1. Gangguan Kepribadian Narsisistik

Orang yang merasa bahwa dirinya sangat penting dan ia dikuasai oleh fantasi-fantasi tentang keberhasilan, kekuasaan, kecerdasan, atau kecantikan. Karena ia berpikir bahwa ia adalah orang yang istimewa, maka ia menuntut perhatian dan kekaguman terus-menerus dari orang-orang yang ada di sekitarnya.

  1. Gangguan Kepribadian Sadistik

Orang yang memperlihatkan suatu pola yang tetap untuk bersikap kejam dan agresif dalam respon terhadap orang lain. Individu yang mengalami gangguan ini memperoleh kesenangan dalam menyakiti atau menghina orang lain atau senang di atas penderitaan orang lain.

  1. Gangguan Kepribadian yang Merusak Diri Sendiri

Individu yang mengalami gangguan ini mencari rasa sakit personal atau sosial, berusaha menghukum dirinya sendiri.

SUDAH DIBACA KAN?

GIMANA? WHO TRAIT ARE YOU?

Daftar Pusaka

  • Darmawan, Indra. 2009. Kiat Jitu Taklukkan Psikotes. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
  • Sunaryo. 2004. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
  • Dariyo, A. 2008. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: Grasindo.
  • Kusnanto. 2003. Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
  • Semiun, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 2. Yogyakarta: Kanisius

 

Psikologi (Psychology)

Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa atau mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa atau mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.

  1. Menurut Crow & Crow Psychology is the study of human behavior and human relationship (Psikologi ialah       tingkah laku manusia , yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human     relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya.
  2. Menurut Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism with especial attention       given to human behavior (Psikologi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup,                   terutama tingkah laku manusia) .
  3. Menurut Bruno (1987) pengertian psikologi dibagi dalam 3 bagian, yaitu pertama psikologi adalah studi             (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidupan mental”.           Ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.
  4. Menurut Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai                 perilaku manusia dan hewan.
  5. Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan         yang mengadakan penyelidikan atas gejala – gejala dan kegiatan – kegiatan jiwa.
  6. Menurut Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat     untuk memahami perilaku manusia.

Dari beberapa pengertian psikologi diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Meliputi tingkah laku, proses mental, serta bagaimana perilaku dan proses mental tersebut dipengaruhi dan mempengaruhi individu atau kelompok. Pengaruh tersebut bisa berupa kesehatan fisik, jiwa, dan lingkungan luar individu. Psikologi bertujuan untuk menjelaskan, mendeskripsikan (meramalkan), dan mencoba memahami atau merubah perilaku seseorang.

 

 

 

 

 

 

#paradigma psikologi kepribadian trait

Trait

Trait (sifat) yaitu respon yang senada (sama) terhadap kelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang (relatif) lama. Sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan konsistensi respon individu dalam situasi yang berbeda-beda.

Teori Trait merupakan teori yang didasarkan pada asumsi:

  • Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan atau tindakan yang membedakan seseorang dengan orang lain, sehingga:
  1. Trait ralatif stabil dari waktu ke waktu
  2. Trait konsisten dari situasi ke situasi

contoh kasus:

A adalah mahasiswa Keperawatan Universitas Padjadjaran. A adalah anak yang rajin, pintar, dan banyak disukai oleh teman-temannya. A mempunyai dua sahabat yang selalau bermain bersamanya, ke dua sahabat A ini sering sekali mengabaikan tugas, sangat boros, dan tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Suatu hari A yang sedang duduk di gazebo dihampiri oleh kedua sahabatnya, ketika itu waktu kuliah sudah selesai pada siang hari dan tidak ada kegiatan apapun sesudahnya. A sedang mengerjakan tugas Personality Development membuat blog, kedua sahabat A mengajak A menonton film Mockingjay part 1 di Jatos. Kebetulan sekali A sangat ingin menonton film tersebut, tetapi dengan pendirian yang kuat A menolak ajakan sahabatnya itu. Kedua sahabat A malah menyanggupi untuk membayari nonton dan makan siang. Tetapi A tetap menolaknya, A beralasan dia ingin menyelesaikan tugas membuat blognya daripada membuang waktu menonton. Sahabat A terus menerus membujuk, mereka berkata tugas itu masih seminggu lagi dan masih lama. Pendirian A kuat sekali, ia tetap menolak dan memilih untuk mengerjakan tugas Personality Development. Akhirnya kedua sahabat A pun pergi ke Jatos dan menginggalkan A di gazebo.

  • Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:
  1. ada proses adaptif
  2. adanya perbedaan kekuatan, dan
  3. kombinasi dari trait yang ada

contoh kasus:

Dira adalah salah seorang mahasiswa Fakultas Keperawatan di salah satu Universitas negeri. Dira lolos seleksi SBMPTN, Dira menempatkan Fakultas Keperawatan diurutan kedua setelah Fakultas Farmasi. Awalnya Dira belum memiliki niat untuk kuliah di Fakultas Keperawatan, ia disarankan oleh guru lesnya serta orang tuanya untuk memilih Fakultas Keperawatan. Selama proses pembelajaran Dira jarang memperhatikan dosen yang sedang mengajar serta malas untuk mengerjakan tugas-tugas yang ada. Hal itu disebabkan karena Dira masih ingin kuliah di jurusan farmasi dan merasa bahwa keperawatan bukanlah passion nya. Selama kurang lebih 3 bulan Dira kuliah di Fakultas Keperawatan, Dira mendapatkan banyak sekali motivasi serta masukan dari dosen, maupun teman-teman seangkatannya. Dosen-dosen keperawatan amat sangat memberikan semangat motivasi kepada mahasiswa/i untuk meyakinkan bahwa pilihan masuk ke Fakultas Keperawatan itu tidak salah. Seperti menjelaskan ruang lingkup kerja seorang perawat, bagaimana menjadi perawat yang profesional, serta kita juga belajar mengenai psikologi. Lama-lama hati Dira mulai terbuka untuk kuliah di Fakultas Keperawatan, ditambah lagi ada materi farmakologi yaitu materi mengenai obat. Dira semakin tertarik dan mulai mencoba menjalani kuliah dengan niat baik dan ikhlas. Teman-teman Dira juga memberi saran kepada Dira agar ia tidak mencoba SBMPTN lagi tahun depan karena masih banyak pelajar yang ingin seperti Dira. Akhirnya Dira pun berubah pikiran dan dia tidak akan pindah dari Fakultas Keperawatan.

Teori Trait dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck.

 

 

 

 

 

 

#paradigma psikologi kepribadian trait